Tuesday, January 15, 2013

TKI Asal Indramayu Terlantar Sakit Parah


Mengawalai tahun 2013 satu lagi pahlawan penyumbang devisa negara terlantar. Adalah Luki Tri Wahyuni (24) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebon Kecamatan Junti Nyuat Kab. Indramayu, lumpuh tak berdaya akibat terkena penyakit paru-paru basah dan TB yang dideritanya selama bekerja menjadi TKI di Malaysia.

Niat mendulang emas dinegeri Malayu untuk menghidupi anak dan keluarganya harus harus berakhir dengan kesakitan dan penderitaan akan penyakit yang dideritanya. TKI Luki Tri Wahyuni diberangkatkan oleh perorangan dengan negara tujuan malaysia, untuk sektor rumah tangga walaupun moratorium masih berlaku.

Dir.Eks. Migrant Institute mengatakan Tim kami yang tergabung dalam Crisis center Migrant Institute telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pertolongan pertama berupa evakuasi TKI ke RST Dompet Dhuafa, Parung Bogor, hari sabtu 13/1/13 Tim kami mendatangi rumah korban, melihat kondisi TKI yang terbujur kaku dilantai dan belum adanya tindakan medis maka evakuasi ke RST adalah prioritas kami, hal ini kami lakukan untuk pertolongan pertama kepada TKI, dan saat ini TKI sedang menjalani perawtan medis.
Berdasrkan keterangan dari Sdr Yayan ketua paguyuban BMI Anyelir Indramayu yang merupakan jejaring dari Crisis Center Migrant Institute, mengakatakan” TKI Luki Tri Wahyuni diberangktkan ke Malaysia pada saat Moratorium masih berlaku, dan kasus ini sudah diadukan kepada BNP2TKI maupun Kemenlu RI, namun pihak BNP2TKI mengalami kesulitan karena belum jelas PT yang memberangktkannya sehingga proses penanganan kasus harus dipending terlebih dulu sebelum adanya kejelasan PT yg memberangkatkan TKI ybs.

Kami merasa terbantu dengan adanya kedatangan TIM Crisis Center Migrant Institute yang mau datang ke daerah langsung dan sekaligus melakukan proses evakuasi TKI untuk mendapatkan perwatan medis di RST Dompet Dhuafa. “lanjut yayan.

Sementara Koord. Crisis Center Migrant Institute nursalim mengakatan “ Kaus seperti ini sering dialami para TKI kita diluar negeri, namun tak jarang dari mereka yang mendapatkan perawatan medis hanya karena persoalan dokumen mapun persoalan legal dan ilegal.

No comments:

Post a Comment