Kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan dan harus dilakukan, karena bantuan sekecil apapun akan sangat berharga untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, Posko siaga banjir yang telah didirikan oleh yayasan dompet dhuafa sangat membantu para korban banjir banjir.
Pos siaga banjir yang terjaga selama 24 jam, terletak diwilayah kampung melayu Jakarta Timur, Pos ini dijaga secara bergantian oleh seluruh jejaring dompet dhuafa termasuk Migrant Institute di dalamnya, selain Pos Siaga Banjir, Dompet Dhuafa juga membentuk dapur umum untuk kebutuhan konsumsi para korban banjir, yag letaknya tidak jauh dari Pos siaga banjir.
Dapur umum ini mampu menyajikan makanan sebanyak 3000 bungkus nasi perhari, dan menyediakan minuman panas seperti copi, teh, susu, air putih bersih dll. Dapur umum yang digunakan awalnya adalah sebuah rumah penampungan TKI milik PT Bidar Putri, yang luasnya kurang lebih mampu menampung sekitar 500. orang, dan dalam kondisi banjir yang menggenang rumah penampungan ini disulap menjadi sebuah dapur umum untuk korban banjir.
Tim Crisis Center Migrant Institute sebagai garis depan pengolahan dapur umum siaga banjir yang dipelopori oleh dompet dhuafa, merasa bahagia bisa berbagi bersama dengan para korban banjir. dan kegiatan ini akan terus berlangsung sepanjang banjir tetap melanda Jakarta.
Selain Pos siaga banjir, dapur umum, dompet dhuafa juga menyediakan posko kesehatan bagi para korban banjir di 16 titik.
Selain Pos siaga banjir, dapur umum, dompet dhuafa juga menyediakan posko kesehatan bagi para korban banjir di 16 titik.




Alhamdulillah.. semoga kepedulian ini bisa menumbuhkan rasa nyaman terhadap keluarga para korban, dan membangkitkan semangat bantu membantu antar sesama ummat di Indonesia ini. Negeri tercinta yang sebagian warga, rumahnya terendam air.
ReplyDeleteTetap semangat Mingrant Institute...
^_^
Ida Raihan